Tidak dengan kata lain
Aku akan tetap dengan Katamu
Tidak dengan Mata lain
Aku akan tetap dengan Matamu
Aku di-mu
Rindu
Tidak dengan kata lain
Aku akan tetap dengan Katamu
Tidak dengan Mata lain
Aku akan tetap dengan Matamu
Aku di-mu
Rindu
Rupanya Aku,
membacakan puisi untuk Puisiku
Menuliskan puisi untuk Puisiku
Dan hal-hal lain untuk Puisiku
; Kamu rupanya
Bila disembarang waktu
ada tanya sejak kapan
Dengan rekah senyum silah jawab
"Mulai dari Matahari kembali terbit
Sampai Matahari lagi tenggelam."
Mencintaimu adalah bahagia dan sedih; bahagia karna memilikimu dalam kalbu; sedih karena kita sering berpisah.
~WS Rendra
.
.
#warungsastra #wsrendra #quotes
Sahur ini,
Emaku terus saja sibuk-sibuk menyiapkan sahur sambil berkata,
"Anak dah ya!!! Ada yang brat-brot aja dibelakang, ada yang budeg diajak saur malah baca buku bukuuuuuu aja!!!, Bukannya bantuin nyiapin dah!!! Benar-benar dah lu pada ", sambil manyun saja dari tadi.
Bapakku malah terlihat menikmatinya sekali dengan umpatan-umpatan Emaku, indah katanya, aku menjempoli kata-kata Bapakku. Dalam hati aku melanjutkan kata-katanya, memang murni bawel adanya be.
Dari umpatan yang tak terlalu Lamat Bapakku bilang, Klo kaga mao gtu yaaaa kaga usah punya anak Dam. Dengan bekas-bekas cengirannya Bapakku tetap menggunakan Panggilan Adam atau Dam nama Abangku, begitulah selalu panggilan Bapakku pada Ibuku.
...
Apa salahnya iblis mengajari kebaikan, sosoan sekali mereka-mereka yang sudah tervonis malaikat.haha cuih.
Mana malaikat yang lain, mayoritas pada mengaminkan saja diam saja dilangit.sosoan sekali mereka-mereka yang sudah tervonis malaikat.mentang aminnya sudah pasti terkabul.haha cuih.
Aku Azazil kau siapa?
Malaikat ?! Ngaco!!!
Kau sudah baik
Haha cuh
Aku ini masih baik walaupun Iblis
Sombong sekali aku ini kau bilang
Yailah kau tahulah aku diturunkan kebumi
Karena kesombonganku Kat
Goblok sekali kau ini
Ini bukan tentang Bidadari
Mereka ma hanya menunggu kiamat datang...
Beginini nih,memaksa adalah cara raksasa yang rakusa, memuja adalah cara pujangga dan yang mendamba, memaksa pujangga juga bisa, ada, Hei, s...