Showing posts with label Kota Mati. Show all posts
Showing posts with label Kota Mati. Show all posts

Wednesday, April 11, 2018

Aku dan Pak Tuhan

Baru saja aku menyelesaikan urusanku dengan Pak Tuhan, susah, payah, letih, resah aku membuat proposal-proposal bualan, tentang ini, tentang itu.

Urusan ku tak pernah membuat repot Pak Tuhan, permintaan-permintaanku juga tak pernah membuat Pak Tuhan merah justru Pak Tuhan malah tertawa melihat mimik wajahku, Pak Tuhan firman, aku datang hanya membawa mimik wajah yg lelah, resah, sedih, bahagia, payah, suka, duka saja, tak pernah minta seperti halnya orang-orang lain yg datang kepada Bapak. Masih sambil tertawa-tawa dan mengelus-elus ubun-ubun kepalaku.

Disitu aku jadi merasa bersalah juga malu, tapi tidak sepenuhnya, Pak Tuhan tau caraku datang yang tidak dengan Verbalitas namun dengan Ekspresi. Aku difirman "Dasar Bocah.", Sebab Aku lucu. Dan itu bermakna Tahqir.

Aku tahu, Pak Tuhan itu segala Maha , mulai dari Pengasih, Penyayang, Raja, Suci, ada Sembilan Puluh Sembilan semua yang menghuni Langit serta Bumi paham betul.

Pak Tuhan -Maha- tahu Aku diberi rasa memiliki syukur yang cukup tinggi, itu sebabnya Aku tak melulu datang dengan permintaan-permintaan jika saat di "5 Waktu Datang."

Singkatnya Aku Datang tak meminta pada Pak Tuhan bukan seakan-akan Aku menganggap Pak Tuhan tak bisa membantu, tapi itu karena Aku akan berusaha dengan penuh kesungguhan - man jadda wa jada-, kesabaran -man sobaro Dzofiro-, Berserah -wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib, wa man yatawakkal 'alallah fahuwa hasbuh, innallaaha baalighu amrihi, qod ja'alallah likulli syai in qodroo-  punya banyak rencana-rencana yg telah disusun rapih tiap bulannya, tiap tahunnya, tiap windunnya, intinya begini Pak Tuhan punya banyak rencana-rencana ditiap waktunya.

                           °°°

Kali itu - setelah Pak Tuhan bilang -, Aku datang kepada Pak Tuhan dengan wajah kiri terang, wajah kanan redup.

Aku mengetuk pintu, yang didalam tau ada aku diluar, kemudian dari dalam terdengar firman masuk, Aku masih seperti biasa, masuk masih dengan Ekspresi, Pak Tuhan senyum dengan Maha kepadaku.

" Apa ada yang salah denganmu." firman Pak Tuhan padaku dengan senyumnya yang Maha. Maha Hangat kurasa.

Seperti sebelumnya Aku hanya diam saja, Aku sangat ingin menangis saat Tuhan firman kepadaku seperti itu.

Bersambung...

Kusisir Rambutmu, Jagoan

Kusisir pelan Rambut Ikal Indah kecilmu
Agar tetap indah mulai tiap pagi
ketika matahari menghai; menyapa didepan rumah dengan fajar sutranya

" Mengapa tetap kau sisir Rambutku, kan Ikal?", Ujarmu melengok kebelakang

" Tak apa,"
kuberi rekah senyum
Mengalihkan pandangan agar kembali melihat ke depan, pelan

Sampai Kau melihat lagi Sutra Senja...
Aku menyisir Rambut Ikal Indah Kecilmu

Mata-ku

Mataku sama seperti matamu
Yang kadang teduh juga sembab dan layu

::Aku dengan Kata-mu::


Tidak dengan kata lain
Aku akan tetap dengan Katamu

Tidak dengan Mata lain
Aku akan tetap dengan Matamu

Aku di-mu
Rindu

Rupa Puisi

Rupanya Aku,
membacakan puisi untuk Puisiku
Menuliskan puisi untuk Puisiku
Dan hal-hal lain untuk Puisiku
; Kamu rupanya

Kita

Bila disembarang waktu
ada tanya sejak kapan
Dengan rekah senyum silah jawab
"Mulai dari Matahari kembali terbit
Sampai Matahari lagi tenggelam."

Airmata-ku

Tak boleh menangis sedih
larut-larut sekarang

Aku nanti sedih
Aku belum bisa menyekanya

WS Rendra

Mencintaimu adalah bahagia dan sedih; bahagia karna memilikimu dalam kalbu; sedih karena kita sering berpisah.
~WS Rendra
.
.
#warungsastra #wsrendra #quotes

Sunday, August 27, 2017

Derajat Bidadari, Malaikat dan Iblis

Apa salahnya iblis mengajari kebaikan, sosoan sekali mereka-mereka yang sudah tervonis malaikat.haha cuih.

Mana malaikat yang lain, mayoritas pada mengaminkan saja diam saja dilangit.sosoan sekali mereka-mereka yang sudah tervonis malaikat.mentang aminnya sudah pasti terkabul.haha cuih.

Aku Azazil kau siapa?
Malaikat ?! Ngaco!!!
Kau sudah baik
Haha cuh
Aku ini masih baik walaupun Iblis
Sombong sekali aku ini kau bilang
Yailah kau tahulah aku diturunkan kebumi
Karena kesombonganku Kat
Goblok sekali kau ini

Ini bukan tentang Bidadari
Mereka ma hanya menunggu kiamat datang...

Friday, August 11, 2017

Sajak Pagiku

Apa kau pernah dengar
Perihal
"Raga itu mengikuti kata Hati"
Aku tau
bahwa semua orang tau akan itu...

Begini sajak pagiku
Kuberi judul :

BingungSendu-Sedihku

Hatiku berkata :
Jangan berubah...
Tetaplah dingin seperti biasa

Seketika
Jiwa-ragaku mengiyakannya
Karena itu adalah kata Hatiku
Kutegaskan sekali lagi...
Karena itu kata Hatiku
Hati tempat semua rasa berasal-mulakan
Dan...
Kata Hati tak bisa didustakan
Benarkan?

Dan jika Hatimu berkata :
Jangan bandel
Seharusnya jiwa-ragamu mengiyakannya
Mungkin
karena ini
masih
bukan Hatimu

SayaHatiSaya

ApaBolehBuat


Oleh : syafaat doang

Hanya bisa diam
Dan menerima adalah aku...

Hanya dapat merasa kebahagiaan
Dan kesengsaraan dalam diam
adalah aku..

Semua benang kehidupan
Kubiarkan terulur panjang
Dan kusut sejak awal mula
Aku dilahirkan...

Tanya saja pada ibuku

Semua seperti sudah biasa
Semua seperti sudah siap diterima

Sajak romansa
Juga sajak ironi luka
Perlahan kembali kubaca
Dan satu sisi tertawa
Sisi lain dariku merana

Dan kubaca lagi
Sajak rutin
Yang berjudul apabolehbuat
Dan itu membuatku tersenyum

Terima kasih Tuhan

AH!!!

Resahku selalu ada
Nyata!

Bukan terkadang
Juga tak ada
Nyata!

masih jahat
Untuk hati...
Saya sendiri...

Diantara langit hati
Hatiku sulit berarti
Disatu sisi...
Tertawa...
entah apa namanya
Dilain sisi...
Melirih sedih...
Entah juga apa namanya

Kota Tua

Enjoy bareng
Gila bareng
Cape bareng
Asik bareng
Bareng anjing-anjing
Haha...bareng2

Ada-ada saja

Kulihat merpati
Terbang ke Bulan
Pada malam

Kudengar kepaknya
Rendah ke telinga
Pada Siang

Kembali dengan menjadi gagak
Yang terus memakan bangkai-bangkai

Ini bukanlah yang biasa
Mengagumkan

NB : Bait akhir Dikutip dari lirik Khayalan Tingkat Tinggi Peterpan

-Langit Malam-


Langit Malam tetap saja malam

Yang memiliki satu Bulan

Tapi sayang

Siang pun memilikimu
Iya kan,Bulan?

Bulan takkan mungkin
Untuk mendekati Bumi

Apa yang akan terjadi nanti?

Takkan mungkin mendekati...

Di saat langit malam
Ataupun
Di langit siang

Menerangi Langit Malam
Sekali-duakali-tigakali dengan purnama
Sisa harinya

Sabit
Iya sabit

Dan kadang juga hilang

Tak bisa kubandingkan
Dengan Matahari

Aku
Langit Malam

Friday, May 26, 2017

Apa Aku Buta Warna?

Warnanya Bervariasi
Ada merah berani,
Kuning duka,
Juga hijau kelapa muda,
Biru warnaku yang intelektual ada juga serta Orenku
yg pantang mungkin juga ad...
Begitu berwarna!!!

Emas yang berkilau
Perak yang menyilaukan mata
Bahkan meneteskan airmata tak luput jua

Mirip sate gitu
Enak dihirup tetap sakit dimata...
Apalagi...jika tak ada uang untuk membeli...
Hanya bikin iri dan tekanan dihati...
Yang punya tetangga lagi!!!
Kga dibagi lagi!!!
Haduuuhhh bisa gila dan tergila-gila aku!!

Warnanya sangat bervariasi
Hingga aku tak tau jelas
Apa warna yg akan dia lukisgambarkan untukku
Bisa saja hitam arang
Bisa saja putih suci
Sangat disayangkan

Semua itu hanya abu-abu
Atau memang abu-abu

Dan aku harus dapat pergi
Bila aku ditipu disini

Karya : Syafaat Doang
            
-Saya SahayaMu Kulo kawuloMu-

Apa aku buta warna?
Kuyakin, tidak
:) emoticon only

LANGIT

Langitku terkadang cerah...

Dan...

Yang aku ingin
Cerah yang sering
Bukan yang kadang
dan bersama...

Langit hidupku terkadang
Berawan...
Tertutupi cerah langitnya...

Dan...

Langit hidupku terkadang
Hujan juga berbadai...
Ku tak begitu ingin yang berawan...

Namun...

jika langitnya atau langitku berawan hujan berbadai...
Kuingin agar langitku mencerahi langitnya...
Tapi kutak bisa...

Selalu sama-sama
Bersama mngindahkan langit...

Kumohon...

Hempaslah keraguan
Dalam langitnya
Dan cerahi langit hatiku...

Dan lihat!!!
Malah kudapat pemberitahuan
Bahwa suhu 25-34º (GUNTUR!!??)

Tuesday, May 23, 2017

Bukan Bunga

Umpama bunga yang mekar
Yang dipetik oleh siapa saja

Terus tumbuh kembali
Dan terus saja dipetiki

Tapi jangan sebut ia bunga!!!
Ia beda!!!

Monday, May 22, 2017

Untukmu Puisiku

Aku percaya
Itu menyusup kedalam kata
Menjadikannya indah...
Yang membuat malaikat takjub
Tak percaya
Kenapa manusia bisa...

Aku percaya
Ini menyusup kedalam kata
Menjadikannya indah...
Yang membuat malaikat heran
Tak percaya
Kenapa manusia tega..

Itu itu adalah cinta
Dan
Ini itu adalah luka parah
Aduhhh!!! Aku salahhh!!!

Tapi kan kubuat
Untuk semua itu indah
Agar aku tenang dan ah...
En
Tah...

Aku tak tahu...

Apa yang berharga dari puisiku
Jika hanya membuatku bangga...
Apa yang berharga dari puisiku
Jika tak sedikitpun membuatnya
Berubah...

Apa yang bernilai dari sajakku
Selama ini...
Jika hanya untuk memuaskan diri

Aku...
Takkan menulis
Sajak rindu lagi...

Akan kucoba
Nanti...

SAMA GA ADA JUDUL JUGA

Beginini nih,memaksa adalah cara raksasa yang rakusa, memuja adalah cara pujangga dan yang mendamba, memaksa pujangga juga bisa, ada, Hei, s...